Berita Terbaru

Lakukan Trik Ini Agar Liburanmu Terbebas Dari Jeratan Para Fakir Oleh-Oleh


FarronNews - Tips - Traveling adalah kegiatan yang biasa dilakukan untuk menghilangkan rasa stres akibat rutinitas pekerjaan atau kuliah. Namun tanpa disadari, kenikmatan pergi traveling bisa terganggu akibat hal kecil yang sudah dianggap budaya di negara kita.

Yup, menitip oleh-oleh! Entah dari anggota keluarga atau teman dekat, adanya titipan oleh-oleh bisa jadi menyita waktu liburanmu. Tak jarang, waktu yang kamu pakai untuk mencari oleh-oleh lebih banyak daripada kunjunganmu ke tempat yang menjadi tujuan vakansimu. Bahkan, permintaan oleh-oleh dari orang lain seringkali justru mengganggu mood-mu ketika akan liburan. Nah, agar vakansimu bebas dari titipan oleh-oleh yang kadang bikin kesal, inilah trik yang bisa kamu terapkan!

1. Saat ingin menghindari titipan oleh-oleh dari keluarga atau teman, pergi diam-diam adalah solusi yang bisa kamu andalkan


Budaya “nggak enakan” yang telah mengakar di masyarakat Indonesia menjadikan oleh-oleh adalah tuntutan yang harus dipenuhi bagi kamu yang tengah pergi vakansi. Kamu takut menyakiti perasaan orang lain jika terang-terangan menolak atau takut dianggap sombong jika tak menuruti permintaan oleh-oleh dari teman atau kerabat.
Tapi, jika kepentingan orang lain justru mengganggu acara liburanmu, hal itu justru keliru. Nah, agar tak terjerat titipan oleh-oleh dari orang-orang disekitarmu, cobalah untuk pergi berlibur diam-diam. Jangan memberi tahu teman sekantormu misalnya. Cuku beritahu orang-orang terdekat, misalnya keluarga. Karena asumsinya adalah, semakin sedikit yang tahu bahwa kamu akan pergi liburan, maka semakin kecil kemungkinan kamu diminta untuk membawakan oleh-oleh.

2. Selama liburan, sebaiknya singkirkan gawai dari genggaman. Jangan sampai tanganmu gatal ingin mengunggah foto atau check-in tempat liburan di media sosial!


Di era jejaring sosial saat ini, kurang puas rasanya jika liburan tanpa check-in lokasi atau mengunggah foto liburan di media sosial. Keinginan untuk berbagi kebahagiaan atau hal-hal pribadi kini rasanya jadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan.
Namun, pikirkan resikonya jika kamu berbagi cerita tentang liburan yang sedang kamu nikmati. Yang pasti, semakin banyak teman atau keluarga yang tahu kamu sedang vakansi, semakin banyak pula yang bakal jadi fakir oleh-oleh dan merengek padamu. Sebaiknya, tahan dirimu untuk menggunggah foto di media sosial ketika vakansi. Kamu bisa mengupload foto setelah liburanmu berakhir dengan tambahan tagar #Latepost!

3. Supaya vakansimu terasa lebih berkesan dan menyenangkan, sejenak jauhkan ponsel dan laptopmu dari pandangan


Inti dari aktivitas liburan adalah untuk melonggarkan pikiranmu, mengenal tempat dan budaya baru, dan menikmati pesona keindahan tempat liburan. Sayangnya, ]hal-hal itu tak bisa kamu rasakan dengan maksimal jika gadget masih saja menyita perhatianmu. Ketika di depan mata ada lautan biru yang terhampar indah, buat apa sibuk mengamati aktivitas teman-temanmu di lini masa?
Yup, mematikan ponselmu selama liburan atau setidaknya minimalkan penggunaannya dan nikmati momen liburanmu dengan maksimal. Parahnya, terlalu banyak berhubungan dengan ponsel akan membuatmu tidak fokus dengan acara liburanmu dan malah disibukkan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman dekat atau keluarga.

4. Tapi jika terlanjur ketahuan, bernegosiasi soal oleh-oleh bisa jadi solusi pilihan dan jangan sungkan menolak titipan yang tidak wajar


Satu hal yang harus kamu lakukan jika kamu terlanjur ketahuan sedang pergi berlibur adalah melakukan negosiasi soal oleh-oleh. Beri tahu dengan bahasa yang halus soal keterbatasan budget travelingmu, tawarkan oleh-oleh khas yang biasa dibeli di daerah itu sehingga kamu tak akan kesulitan menemukan oleh-oleh. Dan jika temanmu tetap memaksa, kamu pun bisa menolaknya secara halus. Tolak dengan tegas titipan oleh-oleh yang kamu anggap tidak wajar. Pasalnya, titipan oleh-oleh yang susah dicari akan banyak menghabiskan porsi waktu liburan yang seharusnya kamu nikmati.

5. Agar vakansimu tidak berakhir berantakan, membatasi kuota titipan oleh-oleh adalah hal yang wajib kamu lakukan


Membatasi kuota oleh-oleh tepat saat perencanaan liburan akan membebaskan kalian dari titipan yang terlalu banyak atau bahkan yang neko-neko. Misalnya, diskusikan sejak jauh-jauh hari dengan kerabat atau teman dekat jika kamu hanya akan membeli barang A , B, atau C ketika nanti berada di tempat wisata. Batasi juga kuota oleh-oleh agar barang bawaanmu tidak berlebihan sepulang dari liburan. Trik membatasi kuota ini bisa jadi ampuh membuat orang-orang disekitarmu lebih sadar diri. Mereka yang berniat untuk menitip oleh-oleh mungkin akan mundur secara halus dan sungkan denganmu.

6. Jangan biarkan liburanmu berakhir derita. Ingat, mengucap kalimat “mau oleh-oleh apa?” adalah haram hukumnya!


Terkadang, permintaaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya banyak disebabkan oleh kalimat blunder yang keluar dari mulutmu sendiri. Biasanya, jika berencana untuk pergi vakansi secara tak sadar kamu akan bercerita pada teman dan keluarga. Dan tanpa pikir panjang pula, kamu bisa dengan ringan mengucapkan kalimat “aku mau libura besok, kalian mau oleh-oleh apa?”.
Nah, ketika kalimat itu sudah terucap dari mulutmu sendiri, mau tidak mau dan ikhlas atau tidak ikhlas kamu wajib membelikan apa yang mereka minta. Bagaimana pun, kamulah yang menawarkan pada mereka hingga akhirnya kamu sendiri yang merasa kewalahan. Jadi, belajarlah untuk tidak sembarangan atau ringan mengucapkan kalimat semacam itu demi kualitas liburanmu.

7. Supaya kocekmu tak jadi kering kerontang, jangan sungkan meminta mereka yang memesan oleh-oleh untuk mentransfer uang


Satu lagi hal yang harus kamu lakukan jika temanmu tetap memaksa untuk dibelikan oleh-oleh tertentu, adalah dengan memintanya mentransfer uang. Bagaimana pun kamu harus menjaga agar bujet liburanmu tak jadi membengkak lantaran harus membelikan titipan oleh-oleh ‘kan? Jika keluarga atau temanmu benar-benar membutuhkan atau menginginkan oleh-oleh itu, tentukan jumlah uang yang harus mereka transfer untuk biaya membeli barang yang mereka pesan.
Membelikan oleh-oleh untuk teman atau kerabat saat liburan tentu sah-sah saja. Tapi, jangan sampai permintaan atau titipan-titipan itu justru memberatkanmu. Bagaimana pun, tujuan utama liburanmu adalah bersenang-senang ‘kan?

Tidak ada komentar